1000191096.jpg

Selamanya aku, seluruhnya aku.


Hatiku pernah dipeluk setan.

Tangannya lembut merengkuh takut di bahuku yang hilang diculik abu. Mencium telingaku dengan seharum-harumnya suara bahwa aku bukanlah aku. Pelan dielusnya hatiku dengan seburuk-buruknya anggapan bahwa aku bukan lagi aku. Diam direnggutnya jiwaku yang perlahan-lahan berubah jadi batu. Diam membisu. Lalu memutuskan tuk mati satu-satu.

Tapi, Lando, hatiku isinya kamu.

Kamu datang dalam bentuk tenang yang lahirkan bunga tidur untukku. Kamu juga hadir dalam hangatnya teh madu yang kusantap kala pelik memeluk jiwaku. Semua tentang kamu hinggap di tiap-tiap kata yang kutuang bahkan ketika maknanya tak seindah itu. Kamu adalah semua hal yang kusimpan rapi di gubuk sederhana tepat di dasar hatiku.

Hari ini kamu terselip dalam senang saat aku makan puding susu, jadi, aku berharap hari ini kamu juga makan itu. Mungkin besok kamu adalah angin segar yang berhembus sampai relung jiwaku. Dan lusa kamu adalah peri yang mengantar tenang melalui melodi rusak dari album favoritku.

Semuanya kamu, selamanya kamu.

Maka ketika hatiku memilih untuk mati di malam itu, aku memutuskan untuk lari dari ragu. Semua karena cantikmu yang buatku candu. Mata sendu dengan ambisi menggebu-gebu. Bibir merah jambu juga hati yang dipeluk syahdu. Semua karena aku serakah akan cantikmu yang hilangkan pilu.

Jadi, kutuliskan untukmu tentang seberapa besar cintaku. Untuk kamu dan cantikmu yang kuserakahi sedari dulu.

Untuk kamu. Selamanya aku. Seluruhnya aku.

written by biru.